Page 2 of 22

The Benefit Of Bentonite

erty

Tanah memiliki manfaat lain selain untuk pertanian, salah satu contohnya yaitu liat bentonit atau bentonite clay yang bermanfaat untuk bidang kecantikan atau kosmetik. Bentonit merupakan istilah lempung mon-morillonit dalam dunia perdagangan dan termasuk kelompok dioktohedral. Liat bentonit berasal dari abu vulkan sisa letusan gunung berapi.

Dalam keadaan awal, Na-bentonit berkemampuan tinggi untuk menyerap warna dan dapat ditingkatkan lagi dengan melalui proses pengolahan dan pemanasan.

Bentonit dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu Sodium Bentonite Clay yang sesuai digunakan secara luaran, iaitu untuk sapuan pada kulit sebagai masker, air mandi berendam atau buat produk kulit. Serta, Calcium Bentonite Clay yang sesuai untuk kegunaan luaran dan dalaman. Ianya boleh dimakan. Beza antara kedua-dua Tanah liat ini adalah bentuk molekulnya dan harganya. Calcium Bentonite Clay lebih mahal, dibandingkan Sodium Bentonite Clay.

Bentonit memiliki berbagai sifat obat dan terapi dan dapat digunakan dalam proses homeopati dan campuran kosmetik. Sebagai masker wajah liat bentonit dapat dicampurkan dengan the hijau, madu ataupun lidah buaya. Soo, bagi kamu yang ingin mencoba masker alami bisa dicoba dengan meraciknya sendiri di rumah dengan cukup membeli bahan bakunya saja.

 

Sumber: http://lavender.azhira.com

Share/Bookmark

Soil Conditioner

soil conditioner

Pembenah tanah (soil conditioner) dapat digunakan untuk mempercepat pemulihan kualitas tanah. Penggunaan pembenah tanah utamanya ditujukan untuk memperbaiki kualitas fisik, kimia, dan/atau biologi tanah, sehingga produktivitas tanah menjadi optimum. Pembenah tanah ada yang bersifat alami maupun buatan (sintetis). Berdasarkan senyawa atau unsur pembentuk utamanya, pembenah tanah bisa dibedakan sebagai pembenah tanah organik, hayati, dan mineral. Penggunaan pembenah tanah yang bersumber dari bahan organik sebaiknya menjadi prioritas utama, selain terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas tanah dan produktivitas lahan, juga bersifat terbarukan, insitu, dan relatif murah, serta bisa mendukung konservasi karbon dalam tanah. Kelemahannya adalah dibutuhkan dalam dosis relatif tinggi. Beberapa pembenah mineral juga efektif dalam meningkatkan kualitas tanah, namun tetap harus disertai dengan penggunaan pembenah tanah organik. Penggunaan pembenah tanah sintetik perlu diuji terlebih dahulu dari segi dampak negatifnya terhadap lingkungan, selain pertimbangan harga yang umumnya relatif mahal, meski dosis yang digunakan relatif rendah.

Sumber : http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/en/publikasi-mainmenu-78/art/1061-benah1

AZOLLA

azollaAzolla berasal dari bahasa latin “azollaceae”, yang merupakan tanaman paku air yang  termasuk ordo Salviniales, family Azollaceae. Azolla mempunyai beberapa spesies yaitu A. caroliniana, A. filiculoides, A. mexicana, A. microphylla, A. rubra, A. nilotica, dan A. Pinnata.  Spesies yang banyak terdapat  di Indonesia terutama di pulau Jawa adalah Azolla pinnata. Azolla banyak tumbuh di lahan sawah atau pada ketebalan air optimal 3-5 cm maupun pada permukaan tanah yang lembab. Selama hidupnya azolla bersimbiosis mutualistis dengan ganggang hijau biru (Anabaena azollae), yang mampu memfiksasi nitrogen (N2). Kemampuan simbiosis azolla anabaena untuk mereduksi nitrogen dari atmosfer menjadi amonia melalui enzim denitrogenase cukup efektif. Jumlah unsur nitrogen yang dapat ditambat melalui simbiosis Azolla-Anabaena azollae cukup tinggi. Besarnya aktivitas penambatan nitrogen (N2) adalah 7,2 – 7,8 mg N2 per gram berat/kering. Pada kondisi pertumbuhan azolla yang baik dapat dihasilkan 335 – 675 kg N2/Ha/th atau setara dengan 333 ton berat basah Azolla sp, dengan kandungan nitrogen sebesar 840 kg per hektar luas tanah.

Azolla merupakan salah satu sumber bahan organik bagi lahan sawah. Biomassa azolla dapat dijadikan sebagai pupuk organik sumber Nitrogen (N) yang sangat cocok dikembangkan oleh para petani karena aplikasinya sangat mudah dan murah. Penggunaan azolla pada lahan sawah bisa dengan disebar langsung ataupun dibenamkan.Sebelum digunakan, azolla terlebih dahulu diperbanyak pada kolam. Bibit yang dipakai adalah yang masih muda (umur 2 minggu), hal ini mempengaruhi pada proses produktifitas. Pemberian pupuk tambahan seperti N, P dan K sangat penting untuk memacu pertumbuhan bibit azolla.Beberapa keuntungan penggunaan azolla pada padi sawah:

1) Mengurangi penggunaan pupuk kimia khususnya pupuk N,

2) Meningkatkan pendapatan petani karena lebih efisien dalam biaya pengelolaan budidaya padi sawah,

3)  Meningkatkan kualitas mutu gabah, dan

4)  Dalam jangka panjang akan menguntungkan kondisi tanah menuju sistem pertanian yang berkelanjutan.

Sumber : http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/776-azolla-tanaman-paku-air-yang-menguntungkan-padi-sawah

« Older posts Newer posts »