Month: February 2015

PROGRAM KERJA HMIT 2015

OPPERATIONAL OFFICE

  1. Upgrading

Kegiatan yang berisi kegiatan pemberian materi tentang keorganisasian dan outbond yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keorganisasian dan loyalitas anggota, selain itu mampu meningkatkan kemampuan manajemen pengurus, mempererat kerjasama dan mempersatukan visi antar pengurus.

 

DEPARTMENT OF PUBLIC RELATION

  1. Soil Rebranding

 Kegiatan gotong-royong yang bertujuan untuk menciptakan kenyamanan di lingkungan DITSL. Dalam hal ini, renovasi mahatan menjadi obyek utama kegiatan ini.

  1. Soil Media

Soil Media dibentuk sebagai wadah untuk mahasiswa menyalurkan minat dan bakat dalam bentuk tulisan, karya seni, dan sastra lainnya. Luaran yang dihasilkan dapat berupa majalah humus, majalah dinding, dan media sosial untuk menyebarkan dan mencari informasi yang terbaru.

  1. OH (Open House)

Sebuah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengenalkan departemen Ilmu Tanah dengan mempromosikan suatu hasil karya ilmiah, kegiatan departemen dan divisi-divisi yang terdapat di departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan.

  1. Wisuda

 Acara perayaan kelulusan dan pemberian ucapan selamat kepada mahasiswa DITSL yang telah berhasil menyelesaikan program studi di DITSL IPB.

  1. Cross Country

Kegiatan gathering alam bagi angkatan aktif MSL IPB yang bertujuan untuk meningkatkan keakraban dan kekeluargaan.

  1. PILMITANAS ( Pekan Ilmiah Ilmu Tanah Nasional)

Kegiatan ilmiah yang diikuti oleh Ilmu Tanah Nasional yang tergabung dalam Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (FOKUSHMITI) merupakan salah satu wadah untuk meyalurkan kreativitas serta inovasi ilmiah mahasiswa Ilmu Tanah. PILMITANAS diharapkan mampu membangkitkan kembali pertanian Indonesia, khususnya ilmu tanah melalui kalangan mahasiswa.

  1. Loka Karya Ilmu Tanah

Loka Karya Ilmu Tanah merupakan suatu wadah untuk menampung aspirasi seluruh anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah IPB mengenai program kerja, kinerja dan harapan untuk HMIT.

  1. Telusur Jejak HMIT 

Program kerja yang dimaksudkan untuk mengetahui sejarah HMIT dari mula berdirinya HMIT dan mengetahui sosok-sosok yang berjasa atas terbentuknya HMIT.

 

DEPARTMENT OF STUDENT RESOURCES DEVELOPMENT

  1. Persiapan Kontingen Pilmitanas

Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan untuk menyiapkan para kontingen Pilmitanas yang akan diadakan di UNAND. Cabang lomba yang akan diikuti adalah LKTI, debat, soil judging contest, cerdas cermat, poster, dan fotografi. Target dari kontingen yang dipersiapkan adalah juara umum Pilmitanas.

  1. PKM dan LKTI

Kegiatan ini adalah serangkaian kegiatan yang bertemakan penulisan ilmiah. Kegiatan PKM dimulai dari persiapan diskusi ide, penulisan, dan pengawasan team yang lolos didanai. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menginfokan jika ada LKTI kepada mahasiswa DITSL.

  1. MPB

Kegiatan ini merupakan kegiatan pengenalan DITSL kepada mahasiswa angkatan 51 dan 52, agar para mahasiswa lebih mengenal DITSL.

  1. Tutor

Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kepada mahasiswa untuk dapat memfasilitasi mahasiswa dalam belajar.

  1. Soil Foundation

Kegiatan ini merupakan pelayanan kepada mahasiswa DITSL yaitu berupa pengumpulan dana dari alumni sebagai dana untuk mahasiswa DITSL yang sedang membutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga akan menginfokan mengenai beasiswa dan memantau kesejahteraan mahasiswa.

  1. Magang dan Keprofesian

Kegiatan ini merupakan pelayanan kepada mahasiswa yang ingin mengajukan permohonan magang maka akan dibantu dalam proses perizinan dari departemen. Selain itu, kegiatan ini juga akan menginfokan kepada mahasiswa terkait dengan kuliah umum yang akan diadakan di DITSL.

 

DEPARTEMENT OF SOIL DEVELOPMENT

  1. Pembuatan Peta Tanah IPB

Pembuatan peta tanah IPB adalah salah satu kegiatan untuk mewadahi seluruh anggota HMIT dalam mengaplikasikan, mendalami, dan mendapatkan ilmu yang terkait dengan pemetaan tanah. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peta tanah IPB. Sebelum pembuatan peta tanah IPB akan dilakukan pelatihan GPS, pelatihan survey, dan pelatihan pemetaan. Setelah dilakukan pelatihan, team pembuat peta tanah IPB akan mulai melakukan pengambilan sampel. Sampel ini kemudian akan dianalisis di laboratorium sehingga dapat mendapatkan data yang menunjang pemetaan tanah.

  1. Mitra Desa

Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama berupa mitra desa. Kerjasama ini akan delakukan dengan Desa Cidokom. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan antara lain sehari menjadi petani, pemilihan sampah, pelatihan pegomposan. Mitra desa ini diharapka dapat memberi manfaat yang positif bagi HMIT dan warga desa Cidokom.

  1. Pelatihan Pembuatan Pupuk

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan softskill anggota HMIT dalam pengaplikasian pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini akan dikemas dalam bentuk kompetisi. Sebelum kompetisi dimulai akan diadakan pemberian materi oleh dosen dan pembentukan team. Kompetisi akan diikuti oleh beberapa team. Hasil kompos akan diuji di laboratorium dan rumah kaca untuk menentukan team dengan pupuk organik terbaik.

  1. Seminar Nasional Ilmu Tanah

Kegiatan SEMNAS 2015 ditujukan kepada seluruh mahasiswa Ilmu Tanah se-Indonesia, civitas akademika IPB, dan masyarakat umum. Panitia kegiatan ini adalah mahasiswa aktif Ilmu tanah Fakultas Pertanian IPB.  Rencana tema yang akan diangkat “Peran Ilmu Tanah dalam Menghadapi Swasembada Pangan yang Berkelanjutan”.

  1. Soil Club

Soil Club merupakan wadah bagi mahasiswa Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan untuk sarana diskusi. Keluaran dari soil club ini adalah pencerdasan mahasiswa Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan dibidang keprofesian dan akademik. Soil club akan dibagi menjadi 6 club yang mengacu pada 6 bagian yang ada di DITSL. Agenda yang akan dilaksanakan ialah diskusi rutin tiap club dan diskusi besar antar club.

 

DEPARTEMENT OF SPORT AND ART

  1. Soil Sport Training

Persiapan, pembentukan tim dan kontingen yang akan bertanding pada kegiatan Seri-A dan Actionyang diselenggarakan oleh BEM FAPERTA 2015. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga eksistensi DITSL di lingkungan Fakultas Pertanian serta menjadi pemenang dalam bidang Seri-A dan Action.

  1. Pekan Olahraga Tanah (PORTAN)

Kegiatan perlombaan olahraga dan seni yang diadakan secara rutin setiap tahun yang diikuti mahasiswa aktif Ilmu Tanah, Alumni 3-5 Tahun terakhir, Pasca Sarjana, serta Dosen beserta Pegawai Tata Usaha dan Laboran. Kegiatan ini bertujuan untuk  seluruh civitas akademika DITSL yang memiliki kesegaran jasmani serta kreativitas dibidang seni.

  1. Revitalisasi Peralatan Olahraga dan Musik

Kegiatan ini bertujuan untuk merevitalisasikan peralatan olahraga dan musik sehingga layak digunakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan serta meningkatkan semangat mahasiswa untuk mengembangkan atau menyalurkan bakatnya baik dibidang olahraga ataupun Seni.

Share/Bookmark

PUTUSAN PRESIDIUM RAPAT UMUM ANGGOTA HMIT

Rapat umum anggota (RUA) Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah yang direncanakan pada 20 Februari 2015 akhirnya dilaksanakan. Meskipun lokasi tidak sesuai yang direncakan, acara tetap berlangsung dengan lancar. Acara yang rencananya akan membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) HMIT periode 2014, dan Garis-garis Besar Haluan Kerja (GBHK) HMIT 2015 hanya menghasilkan penundaan.

Penundaan penyelesaian RUA HMIT disebabkan LPJ HMIT 2014 masih belum tuntas dibahas. Mengingat waktu yang mendesak semakin malam, Presidium sidang II, David R. Simbolon atas rekomendasi putusan Ketua BP-HMIT memutuskan untuk menerima “bersyarat” LPJ HMIT 2014. Hal ini menyebabkan agenda berikutnya terpaksa harus ditunda.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi antara lain sebagai berikut:

1. Menyerahkan Laporan Akhir Tahun HMIT periode 2014 paling lambat pada hari Selasa, 24 Februari 2015 pukul 09.00 WIB

2. Membahas ulang Laporan Akhir Tahun HMIT periode 2014 pada 24 Februari 2015 pukul 19.00 di Ruang Seminar DITSL

3. Apabila dalam tenggat waktu tersebut tidak dipenuhi, maka keputusan diserahkan kepada BP-HMIT.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA

 Ichsan Serunting saat memaparkan kondisi kepengurusan HMIT 2014

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Anggota HMIT saat menunggu putusan presidium

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA

Presidium saat menandatangi surat keputusan

Sempilan Sebelum Tidur: Beberapa Hambatan Pertanian Monokultur Jagung

oleh : Moh. Zulfajrin

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman merupakan suatu proses yang rumit serta dipengaruhi oleh banyak faktor seperti intensitas cahaya, air, kandungan CO2 udara, aparatus fotosintesis (kloroplas, klorofil) dan unsur hara. Keseluruhan faktor-faktor diatas bervariasi pada letak/lokasi yang spesifik,jenis, varietas bahkan individu yang berbeda sehingga didapatkan hasil perimbangan antara respirasi dengan fotosintesis yang berbeda dimana hal tersebut berujung pada produksi yang bervariasi. Faktor internal seperti aparatus fotosintesis yang keadaannya dipengaruhi oleh genetik tanaman dan faktor eksternal seperti kandungan unsur hara sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman

Pertanian Modern sekarang ini masih menganut sistem monokultur, pemupukan dan pengendalian hama secara intensif untuk menghasilkan produksi maksimum. Memang hal tersebut tidak dapat disangkal karena hampir seluruh ekspor produk-produk pertanian sekarang mengandalkan ketiga hal diatas agar tetap bertahan dalam produksinya. oleh karena itu, perlu pengetahuan yang cukup mengenai banyak aspek yang saling menunjang didalam kegiatan pertanian itu sendiri agar tidak terjadi kegagalan panen akibat kurang cerdiknya petani mengantisipasi berbagai hambatan dan tantangan serta kurang cekatan dalam menganalisis berbagai peluang positif yang mungkin timbul sesuai teknik bertani yang digunakan.

Beberapa masalah yang mungkin akan timbul dalam kegiatan pertanian monokultur.

1. Efek Pinggir yang terpinggirkan

Tumbuhan yang berada pada pinggiran petak biasanya mendapatkan efek yang dinamakan “efek pinggir”, Sejatinya, tanaman pinggir ini akan tumbuh lebih baik karena kurangnya saingan dengan tanaman tetangganya sehingga dapat berproduksi lebih maksimal dibanding tanaman yang berada di tengah petak meskipun diberikan asupan pupuk yang kurang lebih sama. Akan tetapi pada beberapa kasus, malah tanaman pinggir yang mempunyai masalah dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Masalah ini ini kemungkinan bukan disebabkan oleh kurangnya pemberian pupuk, melainkan kurang tersedianya pasokan air karena jauh dari spingkle (penyemprot air), sehingga tanaman jagung tersebut hanya mengandalkan penyediaan air dari air hujan. Hal ini membuktikan bahwa selain membutuhkan asupan pupuk yang cukup, tanaman jagung juga membutuhkan ketersediaan air yang memadai disaat-saat awal pertumbuhannya agar dapat memberikan produksi yang maksimal.

Gejala kekurangan unsur hara juga ditemukan pada beberapa tanaman pinggir yang juga mengalami kekerdilan dimana tanaman muda memiliki daun yang berwarna ungu dibagian pinggirnya. Hal ini mengindikasikan tanaman tersebut kekurangan unsur fosfor meskipun asupan fosfor telah diberikan melalui pupuk SP-36. Kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kandungan air pada tanah sehingga larutan tanah yang menyediakan ion fosfat kepada tanaman kurang tersedia. Kemungkinan lain adalah kondisi tanah yang masam, membuat kelarutan ion-ion logam seperti aluminium dan besi menjadi tinggi yang membuat kompleks dengan ion fosfat (Al-P dan Fe-P). Hal ini mengakibatkan ion-ion fosfat terpresipitasi (terendapkan) dan menjadi tidak tersedia bagi tanaman. Itulah sebabnya mengapa sering terjadi keadaan dimana tumbuhan kekurangan fosfor meskipun uji laboratorium menunjukkan kadar fosfor total pada tanah tinggi

Kekurangan fosfor juga memberikan efek samping yang buruk bagi tanaman karena sesuai dengan prinsip Gaia (prinsip toleransi/hukum minimum) yang menyatakan bahwa penyerapan unsur hara ditentukan oleh kandungan salah satu unsur yang paling minimum. Pada kasus ini unsur fosfor membuat penyerapan unsur hara lain menjadi tidak optimal, sehingga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi terhambat. Kekurangan fosfor juga memicu munculnya spesies cendawan patogen yang menyerang tanaman jagung seperti jenis Giberella zeae yang menyebabkan penyakit “Stalk root” serta jenis Giberella saubinettii yang menyebabkan penyakit “root rot”. (Danoff et.all 2007)

2. Masa Panen “tidak Match” dengan Musim

Percobaan gabungan yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan serta mahasiswa Jurusan proteksi tanaman membuktikan bahwa meskipun telah dilakukan pemberian insektisida furadan dan penyemprotan, serangan hama tetap terjadi hampir pada seluruh petak percobaan. Ulat yang menyerang batang dan buah jagung membuat sebagian tanaman jagung mengalami kegagalan produksi dan buah yang tak layak konsumsi. Belalang dan walang sangit yang memakan daun jagung terutama daun tanaman muda membuat sebagian tanaman tidak bisa bertahan meskipun berada pada lokasi yang paling subur sekalipun. Meningkatnya serangan hama ulat kemungkinan disebabkan oleh keadaan cuaca yang sering hujan pada saat-saat menjelang panen. Oleh karena itu, kegiatan penanaman monokultur yang saling berdekatan menjadi ditambah dengan musim yang sesuai menjadi pemicu meluasnya serangan ulat dan hama-hama lainnya secara besar-besaran.