Month: December 2014

MENUJU PUNCAK: VISI DAN MISI CALON KETUA HMIT 2015

VISI

Menjaga eksistensi HMIT sebagai himpunan profesi tertua di IPB dan mengembalikan tujuan berdirinya himpunan keprofesian untuk meningkatkan pengetahuan keprofesian Ilmu Tanah

MISI

  1. Mengoptimalkan fungsi HMIT sebagai wadah pengembangan ide dan kreativitas anggotanya,
  2. Menjadikan HMIT sebagai sarana untuk pengabdian ke masyarakat,
  3. Mempererat tali kekeluargaan anggota HMIT, alumni dan seluruh civitas akademika yang berkecimpung di Departemen ITSL dan menjaga hubungan baik dengan seluruh lembaga kemahasiswaan di IPB.

JANJI POLITIS

  1. Membuat pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan seluruh bagian yang ada di Departemen ITSL,
  2. Melakukan aksi nyata penerapan ilmu yang terlah didapat di Ilmu Tanah,
  3. Pengembangan minat dan bakat anggota HMIT dengan membentuk klub-klub keminatan baik akademik maupun non-akademik,
  4. Menampung ide dan kreativitas para anggota HMIT dan berupaya untuk mengembangkan serta mengarahkannya,
  5. Membuat ‘Soil Foundation’ sebagai suatu bentuk penggalangan ana guna menjamin kesejahteraan anggota HMIT khususnya yang berkesulitan secara ekonomi untuk kebutuhan dan permasalahan yang sangat mendesak,
  6. Mempromosikan dan menggaungkan nama HMIT ke luar, baik skala fakultas, IPB dan Fokushimiti,
  7. Mengembalikan kejayaan HMIT yang telah lama hilang.
Share/Bookmark

HMIT ‘NGGAK’ PERLU MILIH! : Kalo Nggak Kenal Siapa Calonnya.

Hei guys, pasti sudah dengar kabar kan, kalo Pemira HMIT sebentar lagi akan tiba? Kabarnya Pemira HMIT tahun ini mengusung ‘Calon Tunggal’. Kalo memang calon tunggal kenapa harus milih, ya kan? Bukan begitu! Tidak berarti kalo calon tunggal, kita (warga HMIT) nggak perlu memberikan suara. Nggak benar kalau kita tahu calonnya tunggal, terus kita diam saja tanpa mengikuti Pemira HMIT. Lalu apa yang harus kita lakukan? Kalau kata pepatah lama mengatakan ‘kalau tak kenal, maka tak cinta’, maka diperbolehkan bagi kita nggak memilih di Pemira HMIT kalau kita sama sekali nggak mengenal siapa calon ketua HMIT 2015.

Apakah benar kita sama sekali nggak mengenal siapa calon Ketua HMIT 2015 saat ini? Rasanya mustahil kalau sama sekali nggak kenal dengan saudara kita yang satu ini, mengingat kiprahnya di HMIT 2014 cukup penting. Dia adalah salah seorang yang ada di balik Ketua HMIT 2014, Ichsan Serunting, sebagai Sekretaris Umum. Sekretaris umum HMIT 2014 ini sudah mencicipi asam-garam kehidupan selama kepengurusan HMIT 2014 tatkala menjadi penanggung jawab sementara jabatan Ketua HMIT. Selain itu, kiprahnya ke lingkungan luar antara lain sebagai delegasi HMIT dalam forum ketua LK Faperta beberapa kali bersama Dekan Faperta, Ernan Rustiadi.

Masih belum kenal siapa calon ketua HMIT 2015? Lebih baik kita simak lebih lengkapnya berikut ini!

Nama:

Ahya Salam

TTL : Tangerang, 6 Februari 1994

Asal : Kabupaten Tangerang

Alamat di Bogor :

Kost Kingstone, Jalan Lingkar Perwira no. 26 Babakan, Dramaga, Kab. Bogor

No. HP : 085710892494/087870121636

Akun Socmed :

@ahyaslam (Twitter)

Ahya Salam (Facebook)

ahyaslam (Line)

Pengalaman organisasi :

  1. Anggota Badan Pengawas Organisasi Fokushimiti (2014-2015)
  2. Kabid Marketing Vector Media (2014)
  3. Sekretaris Umum HMIT (2013-2014)
  4. Delegasi IPB Mukernas Fokushimiti (2014)
  5. Wakil Ketua Umum II OSIS SMA Negeri 7 Tangerang (2010-2011)
  6. Ketua Seksi Bidang II OSIS SMA Negeri 7 Tangerang (2009-2010)

Pengalaman kepanitiaan di IPB :

  1. Wakil Ketua PSS (Pernas, Semnas dan Soilidarity) (2014)
  2. Anggota Divisi Pertandingan PESTA PORTAN (2014)
  3. Humas Kuliah Umum Ilmu Tanah (2014)
  4. Anggota AgriAction MPF Fakultas Pertanian (2014)
  5. Anggota divisi humas MPD Ilmu Tanah (2014)
  6. Anggota divisi Logstran AMT Kuarsit (2014)

 

MAHASISWA ILMU TANAH PEDULI PEMIRA: Nasib HMIT di “Ujung Tanduk” (?)

Tak terasa pemira HMIT tinggal seminggu lagi, tepatnya tanggal 31 Desember 2014 mendatang. Hajat yang diadakan setiap tahun ini memang cukup hangat menjadi perbincangan. Tak hanya mahasiswa aktif saja yang penasaran dengan para kandidat calon ketua HMIT, tetapi senior/alumni juga turut serta.

Tak terasa bahwa kepengurusan HMIT harus segera berganti tangan, mengingat pemangku jabatan kali ini hampir memasuki tingkat akhir. Itu artinya sebagian mereka sudah harus atau sedang berfokus pada penelitian skripsi mereka. Kondisi yang demikian tidak lagi memungkinkan untuk para pemangku jabatan ini dapat melaksanakan tugas pokok mereka secara optimal di HMIT. Sehingga harus segera dilakukan regenerasi kepengurusan melalui mekanisme yang sesuai prosedur.

Prosedur pergantian kepengurusan HMIT diatur melalui surat keputusan yang diterbitkan Badan Pengawas HMIT (BP-HMIT). Mekanisme yang harus ditempuh antara lain pendaftaran bakal calon dengan mengisi formulir dan melengkapi ketentuan berkas yang telah ditentukan, kemudian dilaksanakan verifikasi berkas, setelah itu baru diumumkan siapa bakal calon ketua yang lolos menjadi calon ketua HMIT. Kedua mekanisme ini sudah dilakukan hingga hari ini (23/11).

Sejak awal pendaftaran dibuka, terdapat dua orang bakal calon ketua yang mengambil dan mengisi formulir, serta mengumpulkan berkas persyaratan. Akan tetapi pada masa akhir pendaftaran, satu hari sebelum pendaftaran dan pelengkapan berkas ditutup (19/12) salah satu bakal calon menyatakan ‘menarik diri’ dari perhelatan Pemira HMIT, beserta seluruh berkas persyaratan. Hingga perpanjangan waktu pendaftaran, tidak ada tambahan bakal calon.

Hasil verifikasi berkas hari ini, menghasilkan keputusan yang tidak cukup menggembirakan bagi Pemira HMIT. Badan Pengawas HMIT mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan bahwa Pemira HMIT 2014 memunculkan satu nama calon Ketua HMIT atas nama Ahya Salam NIM A14120083. Artinya Pemira HMIT tahun ini harus berjuang dengan ‘Calon Tunggal’.

Defini ‘Calon Tunggal’ dalam percaturan politik di kampus IPB tercinta ini menjadi sangat populer akhir-akhir ini. Belum lagi beberapa pemilihan raya (Pemira) yang diselenggarakan hampir di setiap fakultas di IPB ini harus mengusung ‘Calon Tunggal’, seperti FPIK, FEM, dan Faperta. ‘Calon Tunggal’ sendiri memberikan dampak kurang baik dalam dinamika kampus ini, mengingat tingkat pemilik suara yang tidak memilih alias ‘Golput’ terus meningkat.

Berangkat dalam perhelatan Pemira tanpa pesaing bukan lah sesuatu yang mudah bagi siapa pun bakal calon yang maju sebagai calon ketua, karena sesungguhnya sang calon ketua ini sedang menghadapi pesaing yang lebih besar dari apa yang pernah dibayangkan. Betapapun tidak, pesaing yang sebenarnya dihadapi tidak nyata di hadapan calon, tetapi kehadirannya dapat dirasakan. Akan menjadi lebih ringan beban yang harus ditanggung calon ketua apabila pesaing yang dihadapi nyata keberadaannya.

Calon ketua HMIT tahun ini harus berjuang keras menarik perhatian semua civitas Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan dan meyakinkan mereka bahwa memang dia cocok dan pantas menjadi penerus estafet kepengurusan HMIT. Bukan suatu hal yang mudah bukan?

Bagaimana jika tidak dapat dicapai target angka yang ditetapkan BP-HMIT melalui KPR HMIT? Tentu yang menjadi pertanyaan kita bersama adalah berapa sebenarnya target angka capaian yang akan dikeluarkan oleh KPR HMIT. Terlepas dari itu, jika kita berkaca pada isu yang pernah berkembang di lingkungan fakultas pertanian adalah (1) apakah Pemira dilaksanakan melalui pemilihan langsung, (2) kembali kepada BP HMIT, atau (3) ‘dibekukan’. Tentu pilihan terakhir bukanlah menjadi prioritas, bahkan di dalam benak pun seharusnya tidak terpikirkan.

Apakah kita hanya akan diam saja? Tentu tidak bukan? Mari semua, kita suarakan kepada civitas Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan bahwa sejatinya HMIT membutuhkan suara kita. Kepercayaan kita adalah harta paling berharga bagi keberhasilan HMIT. Buktikan kepada dunia bahwa ‘Calon Tunggal’ bukanlah hambatan berarti, justru menjadi bukti bahwa saatnya kita bersama-sama menyamakan visi dan misi untuk membangun HMIT IPB yang lebih baik.

Satu Calon. Satu Visi. Satu Misi. Satu Hati. Satu Jiwa. Satu Ilmu Tanah!

VIVA SOIL!
VIVA SOIL!
VIVA SOIL!