Pengagum rahasia. Menyukai seseorang diam – diam, begitu makna dari kalimat itu. Apa menurutmu mereka yang menyukai seseorang diam – diam adalah seseorang pengecut ? Ya, mungkin banyak yang berpikir demikian, tapi tidak bagi saya. Saya menganggap pengagum rahasia adalah mereka yang terlalu berani bertaruh dengan hatinya dan tidak semua makhluk di dunia ini sanggup memilihnya dan berani menjalaninya. Saya rasa, walaupun hanya sekali, setiap dari kita pasti pernah mengalaminya. Terkadang pilihan itu kita ambil karena alasan yang beraneka ragam. Tapi bagaimana pun berbeda alasan, “rasanya” pasti nyaris sama persis. Bagaimana ketika dia yang kamu sukai diam – diam, melewati wajahmu dan jantungmu pun berdegub cepat dan hanya dirimu sendiri yang mengetahuinya. Ya, walaupun saya harus mengakhirinya dalam diam, itu bukan jadi persoalan. Dia sosok pria yang sederhana dan menawan dalam diam – diamnya. Bagaimana jika saya sebut dia dengan panggilan “mendung”. Saya memilih nama Mendung adalah karena setiap kali saya berpapasan dengannya, semesta seakan tuduh. Dia seperti keteduhan bagi hari – hari tidak sederhana saya di kampus. Mendung membuat saya sering tersenyum kecil saat menyadari bahwa dia ada di hadapan saya. Mendung membuat saya tetap kerap menerka dalam diamnya. Entah kapan tepatnya saya mulai menyukainya, tapi ada banyak kejadian yang begitu kuat di kepala saya. Pertama, adalah saat saya untuk pertama kalinya menyadari keberadaannya di sekitar kampus. Hobi foto untuk berbagai acara adalah faktor utama yang menyita perhatian saya. Saya merasa menjadi pengagum rahasia yang paling bahagia detik itu. Saya masih begitu ingat ketika outbound kemarin, ternyata dia adalah salah satu kakak tingkat yang mendampingi kami, itu pun menjadi hari yang spesial. Hai Mendung, dalam sapaan yang tak pernah sempat terucap, saya harap kamu selalu terlindung di dalam hati yang paling teduh Ada dua hal yang ingin saya katakan di sini “Setiap kali melihatmu tersenyum, saya tahu saya pun sedang bahagia dengan hidup yang saya miliki” Dan mungkin ini pesan saya, jadilah pria yang murah senyum, yang tidak mudah marah karena masalah sepele, dan pria yang bersedia mencintai dengan santun (RRAP).

by: Hesti Pratika N.

follow us:

@SahabatVector @hmitipb @Dept_ITSL

find us on:

Vector Media

DITSL Facebook

DITSL site

Share/Bookmark