Hari ini 9 april adalah hari pesta demokrasi di Indonesia. Ya pemilihan Umum atau pemilu, hari ini semua masyarakat Indonesia yang sudah memenuhi ketentuan punya hak untuk menentukan pilihan wakil-wakil bangsa untuk periode 5 tahun ke depan. Sebagai praktek ilmu kewarganegaraan yang telah dipelajari dari kecil kita turut serta dalam proses demokrasi yang dianut di negeri ini. Ya begitulah celoteh guru PKN dulu.

            Tapi gak mau bahas macem-macem, saya hanya ingin berbagi cerita menjadi pemilih “muda” alias pemilih yang baru menjadi pemilih untuk pertama kalinya. Kalo bertanya kesannya ya so far so good aja sih. Tapi agak salah tingkah aja ketika jari kelingking dicelupkan ke tinta. Hampir saja jari kelingking tangan kanan ini yang dicelup, padahal kan jadi repot juga kalo makan, hehe. Terus mencoba browsing dan ternyata benar bahwa apa yang ingin saya lakukan, update status, ternyata sudah dilakukan banyak orang sesama pemilih baru juga, haha. Selagi bisa update status dengan jari yang membiru ini tanda sah  jadi warga Indonesia yang sudah dewasa dan punya hak untuk menentukan nasib bangsa juga, tsah.

Nah sekarang melihat suasana TPS alias Tempat Pemungutan Suara. Nah karena disini statusnya mahasiswa yang bukan warga asli jadi duduk manis sendirian mendengar obrolan warga yang datang dan mengantri untuk mencoblos, menarik sekali karena suasana nya seperti momentum ketemu dan silaturahmi antar warga. Selain ibu-ibu ngerumpiin suaminya ehh, banyak juga remaja-remaja yang asik berkumpul dan ngobrol. Serasa suasana TPS yang berbau politik yang terkesan “berat” hilang karena obrolan-obrolan santai seperti suasana silaturahmi masal saat hari raya idul fitri, dan pemilu berlangsung damai. Meski sepertinya ada sedikit kekurangan dari segi profesionalisme panita. Big thanks juga buat panitia. (zan)

 

Cerita Pemilu di TPS 2 Babakan

Share/Bookmark