Gymnasium – Akhirnya, Macan Faperta berhasil merenggut emas pertamanya di Seri-A pada cabang futsal putra (27/03). Sudah barang tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi Skuad Soilers memenangkannya, mengingat futsal merupakan salah satu cabang olah raga bergengsi di Seri-A. Pertandingan berlangsung dengan penuh emosional. Perjuangan yang tak mudah menggapai emas.

Sejak babak pertama skuad Agronomi yang menjadi lawan tanding di final futsal putra menggempur pertahanan skuad Soilers. Berkali-kali peluang diperoleh, tetapi belum menemui hasil, hanya menyisir tepi gawang Soilers yang dikawal Luhur. Gol pertama dicetak Asep (49) di pertengahan babak pertama. Keunggulan sementara 1-0 bagi Soilers. Gempuran demi gempuran dilancarkan skuad Agronomi, namun masih saja belum menemui hasil. Skor bertahan hingga babak pertama berakhir.

Usai turun minum, pertandingan berlangsung semakin panas. Agronomi yang berada dalam posisi tertinggal berusaha keras membalikkan keadaan, tapi tembakan yang dilancarkan berkali-kali hanya menyisir tepi gawang Soilers. Pertengahan pertandingan babak kedua, skuad Agronomi harus kembali kebobolan, Asep berhasil mencetak gol kedua dan ketiganya dalam pertandingan ini. Pertandingan semakin memanas hingga akhir babak dengan terjadinya banyak  pelanggaran dari kedua tim. Empat kartu kuning diperoleh masing-masing dua dari Agronomi dan Soilers. Skor akhir 3 – 0 kemenangan untuk skuad Soilers.

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Skuad Soilers yang mencetak rekor tidak pernah terkalahkan dan tanpa kebobolan. “Tim ini belum benar-benar teruji, sebab mereka belum pernah merasakan kalah dan belum pernah merasakan tertinggal.” ungkap Rhoma (44), manager futsal putra Ilmu Tanah. “Saya masih belum melihat mental mereka sebenarnya, soalnya kalau sudah merasakan dalam kondisi tertinggal pasti bakal down.” lanjutnya.

Perolehan emas perdana ini semoga menjadi pemicu semangat atlet lain untuk tetap berjuang menggapai emas-emas selanjutnya. Bukan tidak mungkin status juara umum dapat kembali disandang oleh nama kebanggaan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan.

Semangat membara hasil pertandingan final futsal putra yang baru saja berakhir menyulut api semangat tim voli putri yang selanjutnya bertarung melawan Landscaper. Pertandingan berlangsung singkat, tim voli putri Landscaper harus taklut dalam dua set sekaligus. Skor akhir 25-7 dan 25-15 untuk kemenangan tim voli putri Ilmu Tanah.

Di balik perjuangan dan semangat atlet yang bertanding, tidak luput dari sebuah dukungan yang mengiringinya. Tentunya para suporter tanah yang menyandang nama Garis Keras Ilmu Tanah (GK-TAN) yang senantiasa berdiri bersorak-sorai di tepi lapangan pertandingan meneriakkan kalimat penyemangat bagi para atlet yang sedang bertanding. Satu hal yang tak terlupakan adalah usai pertandingan mereka selalu menyanyikan lagu ‘terima kasih atlet’. Terima kasih atas perjuangan atlet, namun jalan kita masih panjang. Seri-Action masih belum berakhir. Jaga semangat dan dukungan kita untuk Ilmu Tanah.

GARIS KERAS – Will Support Soil until Die

Share/Bookmark