Month: March 2014 (page 1 of 3)

FIGHT AGAIN FOR GOLD!

Gymnasium – Skuad Basket Putra Ilmu Tanah memantaskan diri untuk masuk putaran final pertandingan bakset putra Seri-A melawan Skuad Agronomi usai menuntaskan empat kuarter dengan Skuad Lanskap kemarin malam (28/03). Skor akhir 15-30 kemenangan untuk Soilers.

Tetapi keberuntungan masih belum berpihak pada tim Voli Putra Ilmu Tanah. Tim Voli Putra Soilers harus kandas di babak penyisihan usai pertandingan basket putra. Tim voli putra yang berhadapan dengan tim voli putra Agronomi sudah tertingggal sejak pertandingan bermula. Sempat tim voli Soilers mengimbangi bahkan mengungguli sesaat, tetapi harus kembali berbalik angka. Hingga akhir pertandingan skuad Soilers harus memberi kemenangan pada tim voli putra Agronomi. Skor akhir adalah 25-20, 25-15, 25-22.

Hari ini (29/03) tim sepak bola Ilmu Tanah telah menemukan lawan tandingnya pada laga final yang akan digelar kemudian. Pertandingan antara Agronomi dengan Plant Doctor. Pertandingan babak pertama berlangsung panas, hingga terjadi pelanggaran yang berbuah tendangan penalti untuk skuad Agronomi. Gol tercipta, satu angka untuk Agronomi. Skor bertahan hingga babak pertama berakhir. Usai turun minum, kedua kesebelasan saling berbalas serangan. Peluang demi peluang tercipta dari masing-masing kesebelasan. Tetapi keduanya sama-sama kuat menjaga pertahanannya. Hingga pertandingan berakhir tidak ada gol tambahan tercipta. Kemenangan untuk kesebelasan Agronomi, 1-0.

Share/Bookmark

THE FIRST GOLD FOR WINNING!

Gymnasium – Akhirnya, Macan Faperta berhasil merenggut emas pertamanya di Seri-A pada cabang futsal putra (27/03). Sudah barang tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi Skuad Soilers memenangkannya, mengingat futsal merupakan salah satu cabang olah raga bergengsi di Seri-A. Pertandingan berlangsung dengan penuh emosional. Perjuangan yang tak mudah menggapai emas.

Sejak babak pertama skuad Agronomi yang menjadi lawan tanding di final futsal putra menggempur pertahanan skuad Soilers. Berkali-kali peluang diperoleh, tetapi belum menemui hasil, hanya menyisir tepi gawang Soilers yang dikawal Luhur. Gol pertama dicetak Asep (49) di pertengahan babak pertama. Keunggulan sementara 1-0 bagi Soilers. Gempuran demi gempuran dilancarkan skuad Agronomi, namun masih saja belum menemui hasil. Skor bertahan hingga babak pertama berakhir.

Usai turun minum, pertandingan berlangsung semakin panas. Agronomi yang berada dalam posisi tertinggal berusaha keras membalikkan keadaan, tapi tembakan yang dilancarkan berkali-kali hanya menyisir tepi gawang Soilers. Pertengahan pertandingan babak kedua, skuad Agronomi harus kembali kebobolan, Asep berhasil mencetak gol kedua dan ketiganya dalam pertandingan ini. Pertandingan semakin memanas hingga akhir babak dengan terjadinya banyak  pelanggaran dari kedua tim. Empat kartu kuning diperoleh masing-masing dua dari Agronomi dan Soilers. Skor akhir 3 – 0 kemenangan untuk skuad Soilers.

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Skuad Soilers yang mencetak rekor tidak pernah terkalahkan dan tanpa kebobolan. “Tim ini belum benar-benar teruji, sebab mereka belum pernah merasakan kalah dan belum pernah merasakan tertinggal.” ungkap Rhoma (44), manager futsal putra Ilmu Tanah. “Saya masih belum melihat mental mereka sebenarnya, soalnya kalau sudah merasakan dalam kondisi tertinggal pasti bakal down.” lanjutnya.

Perolehan emas perdana ini semoga menjadi pemicu semangat atlet lain untuk tetap berjuang menggapai emas-emas selanjutnya. Bukan tidak mungkin status juara umum dapat kembali disandang oleh nama kebanggaan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan.

Semangat membara hasil pertandingan final futsal putra yang baru saja berakhir menyulut api semangat tim voli putri yang selanjutnya bertarung melawan Landscaper. Pertandingan berlangsung singkat, tim voli putri Landscaper harus taklut dalam dua set sekaligus. Skor akhir 25-7 dan 25-15 untuk kemenangan tim voli putri Ilmu Tanah.

Di balik perjuangan dan semangat atlet yang bertanding, tidak luput dari sebuah dukungan yang mengiringinya. Tentunya para suporter tanah yang menyandang nama Garis Keras Ilmu Tanah (GK-TAN) yang senantiasa berdiri bersorak-sorai di tepi lapangan pertandingan meneriakkan kalimat penyemangat bagi para atlet yang sedang bertanding. Satu hal yang tak terlupakan adalah usai pertandingan mereka selalu menyanyikan lagu ‘terima kasih atlet’. Terima kasih atas perjuangan atlet, namun jalan kita masih panjang. Seri-Action masih belum berakhir. Jaga semangat dan dukungan kita untuk Ilmu Tanah.

GARIS KERAS – Will Support Soil until Die

The Tiger Roar!!!

Gymnasium – Macan Faperta kembali menunjukkan taringnya malam ini (25/03). Dukungan penuh dari Garis Keras Ilmu Tanah menjadi pemacu semangat para atlet Ilmu Tanah yang sedang bertanding.

 

Penampilan pertama Soilers adalah panggung aerobik yang tampil dengan seragam ala Densus 88. Seragam serba hitam yang dikenakan mempertegas kesan tangkas dan tegas.

 

Penampilan kedua dilanjutkan dengan pertandingan Basket Putra antara skuad Soilers dengan The Plant Doctor. Sejak awal kuarter pertama Soilers sudah mengungguli The Plant Doctor. Keunggulan Soilers semakin tidak terpatahkan memasuki kuarter dua, hingga kuarter akhir. Skor akhir 34-7

 

Penampilan ketiga diikuti pertandingan futsal putri, kembali bertanding dengan The Plant Doctor. Soilers yang tampil gemilang di pertandingan basket putra rupanya menjadi pemacu semangat skuad futsal putri Ilmu Tanah. Hal ini ditunjukkan dengan terciptanya gol-gol yang tercipta begitu apik oleh Tonga (47) dan Nisa (48) yang masing-masing menyumbangkan 2 dan 1 gol dalam pertandingan kali ini. Selain itu, pertahan skuad Soilers yang kuat juga menjadi benteng yang tidak terpatahkan meskipun serangan yang dilancarkan The Plant Doctor terbilang membahayakan berulang kali. Kemenangan hari ini memastikan Skuad Futsal Putri Soilers lolos ke babak Final menyusul Tim Kesebelasan Sepak Bola dan Skuad Futsal Putra Soiler dengan poin total 7.

Review pertandingan futsal putri:

ARL 1 – 1 MSL

MSL 3 – 2 AGH

PTN 0 – 3 MSL

Older posts