Month: July 2010

Sistem Klasifikasi Tanah

Sistem klasifikasi tanah (alami) yang ada di dunia ini berbagai macam, karena banyak negara menggunkan sistem klasifikasi yang dikembangkan sendiri oleh negara tersebut. Di Indonesia saja sekarang ini paling sedikit dikenal tiga sistem klasifikasi tanah yang masing–masing dikembangkan oleh Pusat Penelitian Tanah Bogor, FAO/UNESCO, dan USDA (Amerika Serikat). Ketiga sistem klasifikasi tanah ini memiliki kekurangan dan kelebihan jika diaplikasikan ke tanah-tanah di Indonesia, sehingga pada KONGRES X HITI (Desember 2011) disepakati akan dibentuk Sistem Klasifikasi Tanah Nasional yang diharapkan akan dapat mewakili sifat-sisat tanah yang tersebar di Indonesia. Continue reading

Share/Bookmark

Konsistensi Tanah

Konsistensi tanah merupakan kekuatan daya kohesi butir – butir tanah atau daya adhesi butir – butir tanah dengan benda ain. Hal ini ditunjukan oleh daya tahan tanah terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. Tanah yang memilki konsistensi yang baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah. Oleh karena tanah dapat ditemukan dalam keadaan lembab, basah atau kering maka penyifatan konsistensi tanah harus disesuaikan dengan keadaan tanah tersebut.

Dalam keadaan lembab, tanah dibedakan ke dalam konsistensi gembur ( mudah diolah ) sampai teguh ( agak sulit dicangkul). Dalam keadaan kering tanah dibedakan kedalam konsistensi lunak sampai keras. Dalam keadaan basa dibedakan plastisitasnya yaitu dari plastis sampai tidak plastis atau kelekatannya yaitu dari tidak lekat sampai lekat. Continue reading