Month: June 2010 (page 2 of 2)

Lasiyo Safrudin : Cara Pintar Bertani

Petani tidak boleh miskin, Lasiyo Syaifudin telah memutuskan.

Petani Ponggok 50 tahun dari Bambanglipuro, Bantul berhasil untuk memberitahu teman-temannya bagaimana pertanian yang pintar sementara juga menerapkan kearifan lokal dengan menggunakan bahan biologis ketika menanam tanaman atau dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.

Lasiyo, yang jarang berada di rumah dalam beberapa tahun terakhir. Petani ini berlatih tentang cara menggunakan pupuk hayati dan tanaman, ketika ia tidak sibuk di ladang. “Saya mungkin dapat empat undangan untuk melatih koperasi pertanian dalam satu bulan, dan tentu saja saya akan selalu memilih untuk pergi,” kata Lasiyo. Ketekunan dan mobilitasnya telah mendapatkan cukup reputasi di masyarakat petani. “Ada cukup banyak cemoohan dan ejekan. Sangat dimengerti bahwa para petani telah lama tergantung pada zat kimia dan mereka merasa sulit untuk menerima perubahan, “katanya.

Ketika bapak dua anak ini menjabat sebagai kepala gabungan Petani Pengguna Air Association (P3A) di Kabupaten Bantul, ia menjadi menyadari tantangan petani. “Melalui P3A, saya menjadi prihatin terhadap nasib petani yang selalu terpinggirkan dan perjuangan dengan biaya tinggi pertanian pupuk dan obat-obatan,” tutur Lasiyo. Continue reading

Share/Bookmark

Perubahan sifat kimia tanah di tanah sawah

Penggenangan pada sistem usaha tani tanah sawah secara nyata akan mempengaruhi perilaku unsur hara essensial dan pertumbuhan serta hasil padi. Perubahan kimia yang disebabkan oleh penggenangan tersebut sangat mempengaruhi dinamika dan ketersediaan hara padi. Transformasi kimia yang terjadi berkaitan erat dengan kegiatan mikroba tanah yang menggunakan oksigen sebagia sumber energinya dalam proses respirasi.

Keadaan reduksi akibat penggenangan akan merubah aktivitas mikroba tanah dimana mikroba aerob akan digantikan oleh mikroba anaerob yang menggunakan sumber energi dari senyawa teroksidasi yang mudah direduksi yang berperan sebagai penerima elektron seperti ion NO3, SO4-3, Fe3+, dan Mn4+. Continue reading

Awal mula pendidikan Ilmu Tanah di Indonesia

Ilmu tanah adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk tanah. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) dan atmosfer. Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia.

Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan organisme, membentuk tubuh unik yang menyelaputi lapisan batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon. Setiap horizon dapat menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.

Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swiss yang bekerja di Amerika Serikat, dalam bukunya Factors of Soil Formation (1941) mengajukan konsep pembentukan tanah sebagai:

S = f(cl, o, r, p, t).

S adalah Soil (Tanah), cl = climate (iklim), o = organism, r = relief (topografi), p = parent material (bahan induk atau batuan), t = time (waktu).

Selain mempelajari faktor dan proses pembentukan tanah, ilmuwan tanah juga mempelajari sifat-sifat dan proses-proses fisika, kimia dan biologi dalam tanah. Sehingga lahirlah disiplin-disiplin

  1. Pedologi
  2. Fisika tanah
  3. Kimia tanah
  4. Biologi tanah
  5. Konservasi tanah
  6. Mekanika tanah
  7. Pemetaan dan survey tanah
  8. Pedometrika

Ilmu tanah di Indonesia Pertama diajarkan di Fakultas Pertanian Universitas Indonesia (merupakan kelanjutan dari Lanbouw Hogeschool yang didirikan 1940) oleh staf pengajar dari Belanda Prof. Dr. Ir. F.A. van Baren (pakar agrogeologi dan mineralogi) dan Prof. Dr. H.J. Hardon (pakar ilmu tanah dan kesuburan tanah). Kemudian digantikan oleh Drs. F.F.F.E. van Rummelen dan Dr. J. van Schuylenborgh. Akibat nasionalisasi, sejak tahun 1957 digantikan oleh Drs. Manus dan Dr. Ir. Tan Kim Hong. Penelitian tanah di Indonesia mulai saat Indonesia masih dalam kekuasaan kolonial Belanda oleh Dr. E.C.Jul. Mohr (1873–1970). Dr. Mohr yang bertugas di Indonesia sebagai kepala Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek di Bogor telah menjalankan survai di Indonesia sejak tahun 1920.

Tokoh – tokoh penting dalam Ilmu Tanah di Indonesia :

  • Go Ban Hong
  • Tan Kim Hong
  • Kang Biauw Tjwan
  • Tejoyuwono Notohadiprawiro

link : in.wikipedia.org

Newer posts